Dari Sekolah hingga Rumah Ibadah Rusak Ini Dampak Banjir-Longsor di Tapteng Jumat, 09/01/2026 | 23:20 Redaktur: Rahmat s
Gambar: Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana yang digelar secara daring, Jumat (9/1/2026). (Dok. Ist).
TAPTENG, Beritatime.com — Banjir bandang dan tanah longsor melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Bencana tersebut berdampak pada layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi warga.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana yang digelar secara daring, Jumat (9/1/2026).
Mahmud menyebut dari 20 kecamatan di Tapteng, sebagian besar terdampak bencana. Sejumlah kantor kecamatan dan desa mengalami kerusakan sehingga pelayanan kepada masyarakat dipindahkan ke posko pengungsian.
“Pelayanan desa masih berjalan, namun di beberapa wilayah dilakukan dari posko pengungsian karena kantor rusak,” kata Mahmud.
Di sektor kesehatan, satu RSUD di Tapteng tetap beroperasi normal. Namun tujuh Puskesmas dilaporkan terdampak banjir dan longsor. Pos pelayanan kesehatan dibuka di desa dan lokasi pengungsian untuk melayani warga.
Kerusakan cukup parah juga terjadi di sektor pendidikan. Ratusan gedung sekolah dari jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP dilaporkan rusak ringan hingga berat.
Akses jalan di sejumlah wilayah juga terganggu. Beberapa ruas jalan nasional dan kabupaten mengalami longsor dan amblas, bahkan menyebabkan sejumlah desa terisolasi. Meski begitu, sebagian jalur utama kini sudah dapat dilalui secara terbatas.
Selain itu, bencana juga menyebabkan kerusakan pada 115 rumah ibadah yang tersebar di berbagai kecamatan.
Pemkab Tapteng saat ini terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk percepatan pemulihan, termasuk pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)