Wali Kota Pekanbaru Sentil Camat dan Lurah yang Masih Minim Soal Dukungan LPS Wali Kota Pekanbaru Sentil Camat dan Lurah yang Masih Minim Soal Dukungan LPS Rabu, 18/02/2026 | 10:21 Redaktur:
ist
PEKANBARU, Beritatime.com – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kembali menegaskan pentingnya peran Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) dalam menjaga wajah Kota Pekanbaru. Dalam silaturahmi menyambut Ramadan di Kediaman Dinas Wali Kota, Selasa (17/2/2026), Agung secara terbuka menyentil camat dan lurah yang dinilai belum maksimal mendukung keberadaan LPS.
Di hadapan perwakilan 83 LPS, camat, lurah, serta jajaran perangkat daerah, Agung menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tantangan kota kecil, melainkan juga kota-kota besar di dunia.
“Bukan lagi soal negara besar atau pembangunan hebat-hebat. Kota-kota besar pun belum selesai dengan persoalan sampah.” ujar Agung.
Ia mengapresiasi peran LPS yang dinilai turut menjadikan Pekanbaru sebagai salah satu kota yang relatif lebih tertata dalam pengelolaan sampah dibanding sejumlah daerah lain.
Namun, Agung mengakui, kinerja LPS belum sepenuhnya optimal. Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf di hadapan para pengelola LPS.
“Hari ini LPS belum bekerja maksimal. Kenapa? Karena belum sepenuh hati camat dan lurah saya mendukung. Saya sebagai wali kota minta maaf,” katanya.
Meski dibalut nada santai, pernyataan itu menjadi pesan tegas bagi jajaran kewilayahan. Agung menyebut akan segera mengumpulkan camat untuk memperkuat komitmen dukungan terhadap LPS.
“Besok malam saya kumpulkan camat. LPS ini bukan organisasi luar. Ini anak kandung Pak Camat, Pak Lurah. Ini lembaga yang bisa menyelamatkan wajah Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Menurut Agung, kebersihan kota tidak semata-mata soal anggaran, tetapi soal kekompakan dan kesadaran bersama.
“Kebersihan itu mahal. Tidak bisa diukur dengan uang, tapi diukur dengan kekompakan dan keterlibatan. Tanpa dukungan camat dan lurah, mereka (LPS) tidak akan bisa berjalan sendiri,” katanya.
Ia juga menyoroti keunggulan LPS Pekanbaru yang dinilainya mampu bergerak secara mandiri tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), berbeda dengan sejumlah daerah lain.
“Di tempat lain masih banyak yang pakai subsidi pemerintah kota. Kita, LPS di Pekanbaru, mandiri tanpa APBD. Ini patut kita banggakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Agung turut mengingat kembali masa ketika Pekanbaru sempat berstatus darurat sampah. Ia menyebut situasi tersebut menjadi momentum kebangkitan kolaborasi lintas pihak.
“Waktu itu kita pernah darurat sampah, bahkan viral. Ada masa transisi, kebingungan. Banyak pihak turun tangan, bahkan ada yang sampai dua hari tidak tidur. Ada juga kader partai yang ikut angkat sampah tiga hari,” katanya.
Menurut dia, langkah-langkah tersebut bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Bukan soal siapa partainya, tapi siapa yang peduli terhadap lingkungan. Betul tidak?” ucapnya, dijawab serempak oleh para hadirin.
Melalui forum itu, Agung berharap camat dan lurah dapat lebih aktif memasyarakatkan dan memperkuat LPS di wilayah masing-masing. Ia menilai, selain menjaga kebersihan, LPS juga berkontribusi membuka lapangan pekerjaan bagi warga.
“Kalau kita kompak, wajah kota ini bisa kita jaga bersama,” katanya. ***
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)